in

5 Kecelakaan Bom Nuklir Paling Parah Yang Tidak Disengaja

Ilustrasi (foto: pbs.org)

Panah rusak atau broken arrows merupakan kecelakaan nuklir yang tidak menimbulkan risiko terjadinya perang nuklir. Contohnya termasuk ledakan nuklir atau non-nuklir yang tidak disengaja akibat kecelakaan.

Sejauh ini, Departemen Pertahanan AS mengakui bahwa ada 32 insiden ledakan nuklir yang tidak disengaja. Beberapa di antaranya menyebabkan kerusakan parah dan juga menelan korban jiwa. Sebagian besar kecelakaan nuklir ini disebabkan oleh kesalahan teknis dan human error.

Dari 32 insiden kecelakaan bom nuklir tersebut, berikut lima di antaranya kecelakaan bom nuklir paling parah yang terjadi karena ketidaksengajaan.

1. Mars Bluff, Carolina Selatan (1958)

(foto: listverse.com)

Mars Bluff bukanlah sebuah kota besar melainkan sebuah kota kecil dengan beberapa penduduk yang terletak di Florence County, Carolina Selatan. Namun pada 11 Maret 1958, ada klaim yang menyatakan kalau Mars Bluff sengaja dibom oleh Angkatan Udara Amerika Serikat dengan menggunakan nuklir Mark 6.

Sebuah pesawat Boeing B-47E-LM berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara di Savannah, Georgia, menuju Inggris. Ini merupakan bagian dari Operation Snow Flurry, di mana pesawat pembom terbang ke Inggris untuk melakukan tes keakuratan. Pesawat Boeing tersebut kebetulan membawa bom nuklir Mark 6 yang sebenarnya bom tersebut sudah tidak aktif tapi masih memiliki ribuan pon bahan peledak.

Sang kapten secara tidak sengaja melepas pin darurat bom tersebut ketika sedang melakukan pemeriksaan. Hingga akhirnya bom tersebut jatuh dari ketinggian 4.500 meter dan tepat mendarat di salah satu rumah warga di Mars Bluff. Beruntung ledakannya tidak sebesar nuklir sungguhan, dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini kecuali beberapa warga yang terluka.

2. Fairfield, California (1950)

(foto: tripadvisor.com)

Pada tahun 1950 saat terjadinya Perang Korea, pesawat pembom dari Pangkalan Angkatan Udara Fairfield-Suisun di California mengangkut sejumlah bom nuklir Mark 4 ke Guam. Pesawat pembom jenis B-29 masing-masing membawa satu bom nuklir.

Tak lama setelah lepas landas, salah satu pesawat pembom itu mengalami masalah mesin. Jendral Travis yang menaiki pesawat tersebut memerintahkan pilot untuk kembali ke markas, akan tetapi ada kesalahan yang membuat pesawat tidak bisa mendarat di pangkalan. Sang pilot terpaksa mendaratkan pesawat B-29 di daerah terpencil di sekitar pangkalan. Dari 20 orang di dalam pesawat, 12 di antaranya meninggal termasuk Jenderal Travis.

Petugas segera mencoba memadamkan api pesawat itu sebelum Mark 4 meledak, tapi sayang semuanya sudah terlambat. Mark 4 yang dibekali 2.300 kg bahan peledak akhirnya meledak dan menciptakan ledakan besar yang menewaskan tujuh orang lagi.

Pihak militer mencoba menutupi kasus ini dengan menyebutkan kepada publik bahwa bom yang meledak hanya bom konvensional biasa.

3. Palomares, Spanyol (1966)

(foto: listverse.com)

Insiden mengerikan terjadi di Palomares, Spanyol pada  17 Januari 1966 yang melibatkan hancurnya dua pesawat dan empat bom hidrogen, dimana dua di antaranya meledak.

Kejadian berawal ketika pesawat pengebom B-52G sedang terbang di atas Laut Mediterania. Lalu pesawat tersebut melakukan pengisian bahan bakar di udara dengan sebuah pesawat tanker. Namun naas, kedua pesawat itu malah bertabrakan dan keduanya hancur total.

Bahanya pesawat pengebom itu sedang membawa empat bom hidrogen MK28. Dua bom jatuh ke laut dan beruntung tidak meledak, akan tetapi dua bom lagi terlempat jatuh sampai ke desa Palomares di Spanyol dan meledak akibat benturan. Meskipun tidak ada yang terbunuh dalam ledakan ini, tapi setidaknya bom hidrogen ini mengkontaminasi area sejauh 2,5 km.

4. Greenland (1968)

(foto: listverse.com)

Pada 21 Januari 1968, sebuah pesawat pengebom B-52 membawa empat bom hidrogen terbang di atas Taluk Baffin di Greenland. Tak lama kemudian bagian kabin pesawat tersebut terbakar. Sang pilot berencana melakukan pendaratan darurat di Pangkalan Udara Thule, tapi sayangnya kerusakan terlalu parah dan pesawat tersebut tidak sampai ke pangkalan tersebut.

Enam dari tujuh awak berhasil keluar sementara pesawat tersebut menabrak es. Namun salah satu bom meledak menyebarkan kontaminasi radioaktif sampai setinggi 1.000 kaki. Semua salju dan es terkontaminasi. Bom lain terbakar tanpa meledak, dan dua lainnya jatuh ke dalam perairan dingin. Salah satu di antaranya pulih 10 tahun kemudian, tapi bom tersebut tetap didiamkan di bawah perairan Teluk Baffin.

5. Albuquerque, New Mexico (1957)

(foto: listverse.com)

Pada 22 Mei 1957, pesawat pengebom B-36 sedang membawa bom hidrogen raksasa Mark 17 dari Texas ke Pangkalan Udara Kirtland dekat Albuquerque di New Mexico. Bom nuklir yang dibawa pesawat tersebut merupakan bom nuklir terbesar yang pernah dibuat dengan panjang 8 meter dan kekuatan ledaknya yang mencapai 10 megaton.

Semuanya berjalan baik-baik saja sampai terjadi kesalahan pada pengaman bom itu tanpa alasan. Bom hidrogen raksasa itu kemudian jatuh melalui pintu pesawat dan jatuh dari ketinggian 1.700 kaki ke tanah

Beruntung bom hidrogen tersebut belum dipasang plutonium dan jatuh di lapangan kosong yang jauh dari penduduk. Meskipun demikian, ledakan yang dihasilkan sangat besar sampai meninggalkan kawah sebesar 3,5 meter dan menyebarkan radioaktif sejauh 1,5 km. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun seekor sapi harus tewas karena kebetulan ada di daerah ledakan ketika itu.