4 Bukti Ilmiah Kalau Banjir Bandang Nabi Nuh Pernah Terjadi

Ilustrasi kapal Nabi Nuh (foto: Listverse)

Kisah banjir bandang zaman Nabi Nuh merupakan kisah terkenal yang bersumber dari kita suci, baik itu agama Nasrani, Yahudi, dan Islam. Banyak di antara kita  pasti sudah tahu bagaimana kisah Nabi Nuh dan banjir besar.

Dalam Alquran saja, ada beberapa ayat yang menjelaskan kalau Allah menyuruh Nabi Nuh untuk membuat bahtera karena akan segera terjadi banjir bandang yang akan menenggelamkan seluruh daratan di muka bumi. Hanya umat Nabi Nuh saja yang naik bahtera dan selamat dari banjir bandang tersebut

Begitulah kira-kira cerita singkat banjir bandang zaman Nabi Nuh. Karena peristiwa ini sudah sangat lama terjadi, peneliti kesulitan menemukan bukti-bukti peninggalan Nabi Nuh, termasuk bahtera raksasa yang digunakan selama banjir berlangsung.

Meskipun demikian, ada banyak bukti ilmiah yang membuktikan kalau banjir bandang zaman Nabi Nuh benar-benar pernah terjadi. Berikut ulasan tentang bukti ilmiah banjir besar zaman Nabi Nuh, yang dirangkum Wow Menariknya dari Listverse.

1. Penemuan Bahtera Nabi Nuh

(foto: Listverse)

Menurut teks zaman kuno, bahtera Nabi Nuh dipercaya berhenti di seberang Gunung Ararat di Turki. Seorang peneliti bernama David Allen Deal bahkan mengaku menemukan sisa-sisa dari bahtera peninggalan Nabi Nuh. Kabar tersebut pun langsung jadi berita utama pada akhir tahun 1990-an.

Di seberang Gunung Ararat, terdapat sebuah situs yang dikenal sebagai Naxuan. Situs ini pertama kali ditemukan pada tahun 1940. Garis-garis besar yang aneh tiba-tiba muncul di tanah ketika itu, atau tepatnya setelah terjadi gempa.

Pada tahun 1960, majalah Life mempublikasikan gambar situs tersebut. Tapi setelah Allen melakukan penelitian ekstensif di situs tersebut selama 10 tahun, dia mengklaim dalam bukunya yang berjudul “The Day Bahemoth And Leviathan Died”, bahwa situs tersebut merupakan tempat pemberhentian Nabi Nuh setelah banjir bandang.

2. Beberapa Peradaban Menceritakan Kisah Yang Sama

(foto: theshekel.org)

Tak hanya kitab suci saja yang menceritakan banjir bandang Nabi Nuh. Beberapa peradaban terkenal seperti Romawi kuno dan Yunani kuno juga menceritakan kisah yang nyaris sama percis dengan kisah Nabi Nuh.

Dalam mitos legenda Yunani, Zeus (dewa  dalam kepercayaan orang Yunan), akan mengirim banjir besar kepada musuh-musuhnya. Dikisahkan ada yang tahu rencana Zeus untuk mengirim banjir yakni Prometheus yang menyuruh putranya untuk segera membangun sebuah bahtera.

Lalu menurut versi orang Romawi kuno, Tuhan mengirimkan banjir besar kepada orang-orang jahat. Dalam cerita versi Romawi ini, Deucalion dan istrinya, Pyrrha menyelamatkan diri dari banjir besar tersebut dengan naik perahu besar.

3. Gobekli Tape: Kota Pertama Yang Dibangun Setelah Banjir

(foto: Listverse)

Situs kuno Gobekli Tape diyakini oleh ahli sejarah sebagai daerah atau kota pertama yang dibangun sejak banjir. Bangunan dan pengetahuan mutakhir tentang irigasi dan pertanian ditemukan di situs ini.

Menurut perspektif kuno, pembuatan bahtera Nuh dipercaya menggunakan teknologi maju. Sehingga muncul dugaan kalau Gobekli Tape adalah kota pertama yang dibangun oleh bantuan Nuh. Selain itu, para peneliti menyimpulkan kalau situs ini sudah ada sejak 10.000 SM.

Sekarang situs ini berada di wilayah Turki, dan dulunya situs ini pernah jadi tempat tinggal orang-orang Armenia. Banyak dari mereka yang mengklaim bahwa mereka keuturnan langsung dari orang-orang yang tinggal di Gobekli Tape.

4. Banyak Ditemukan Kota Di Bawah Air

(foto: Listverse)

Peneliti sudah banyak menemukan kota di bawah air. Banyak pula di antara kota bawah air tersebut yang tenggelam pada 10.000 SM, waktu yang dipercaya banjir bandang Nuh terjadi.

Salah satu contohnya adalah reruntuhan bawah laut yang terletak di lepas pantai Okinawa, Jepang. Pada tahun 1996, sisa reruntuhan raksasa ditemukan di sana. Yang membuat penemuan ini menarik karena renruntuhan itu dipercaya dulunya sebagai peradaban yang maju.

Kemudian di lepas pantai India, di mana reruntuhan ditemukan beberapa mil di bawah permukaan air dengan menggunakan sonar. Diduga kota tersebut tenggelam pada Zaman Es periode akhir.

Jika dikaitkan dengan kisah Nabi Nuh, apakah mungkin kota-kota zaman dulu tenggelam karena banjir bandang yang diceritakan dalam kitab suci?

Loading...
Loading...