Makam ‘Wanita Super’ Dari Zaman Dinasti Ming Ditemukan, Dipenuhi Dengan Emas

(foto: Daily Mail)

Sebuah makam yang menceritakan seorang ‘wanita super’ dari zaman Dinasti Ming ditemukan di Nanjing, China. Makam tersebut juga dipenuhi dengan perhiasan berharga.

Di situs pemakaman berumur 500 tahun itu terdapat dua tulisan batu nisan yang menceritakan kehidupan sosok wanita super bernama Lady Mei, mantan selir yang digambarkan sebagai wanita kotor dan berantakan.

Selama hidupnya, Lade Mei berusaha mengatasi latar belakangnya yang berantakan menjadi seorang penasehat paling berpengaruh kepada anaknya, seorang adipati provinsi dan kebanggaan kaisar China kala itu.

Seperti dilansir Daily Mail, pertama kali ditemukan pada tahun 2008, tulisan dalam batu nisan tersebut baru diterjemahkan dan diterbitkan dalam Jurnal Peninggalan Budaya China. Tertulis dalam batu nisan tersebut, Lady Mei meninggal pada tahun 1474 pada usia 45 tahun.

Dalam makam Lady Mei, peneliti juga menemukan gelang emas, sebuah kotak, dan jepit rambut yang terbuat dari emas. Selain itu, pemakaman ini juga dihiasi dengan batu permata, termasuk pirus, safir dan rubi. Itu menunjukkan bahwa Lady Mei memiliki status sosial yang tinggi.

Lady Mei adalah salah satu dari tiga istri Mu Bin, Adipati dari Qian yang memerintah Yunan, menurut LiveScience. Dia berusia 15 tahun ketika menikah, sementara suaminya berusia 30 tahun lebih tua darinya.

Kakek Lady Mei. Cheng, adalah seorang jenderal besar yang selalu memenangkan setiap pertempuran dan diberikan kekuasaan yang memimpin lebih dari 1.000 rumah tangga.

Ketika sang suami meninggal, Lady Mei menjadi seorang ibu tunggal untuk anaknya yang bernama Mu Zhong yang baru berusia 10 bulan ketika itu. Kemudian, Lady Mei memberikan pendidikan militer kepada anaknya. Dia mendesak sang anak untuk belajar kehidupan yang keras.

Menurut New Historian, alasan mengapa Lady Mei dikuburkan di Nanjing, karena bisa jadi kota tersebut adalah ibukota pertama dari kaisar Ming pertama, Zhu Yuanzhang.

Pada hari kematian Lady Mei, semua orang dari Yunan, prajurit militer dan warga sipil berkabung dan berduka seperti Lady Mei adalah orangtua mereka sendiri.

Para peneliti mengatakan jasad Lady Mei hancur karena air, tetapi mereka juga mengatakan bahwa kerangka sang selir masih utuh.

Loading...